Puisi

No Picture

Pamit Pulang Kepada Senja

Apa daya ku? Diri ini tak mampu lagi menahan Hingga terungkap untaian kata demi kata… Hai Tahukah kau? Dirimu indah Seindah senja Bersamamu pun terasa hangat Namun… Hangatmu selalu mengingatkan ku pada kenikmanatan Juga bekas…


No Picture

Ungkapan untuk Ibu

Ia bukan bunga, yang saat mekar baru terlihat indah Ia juga bukan senja yang setiap orang tunggu panoramanya Ia hanyalah sesosok wanita yang mempesona parasnya Ini bukan khayalan Bukan juga bualan Hanyalah ungkapan kagum seorang…


No Picture

Bongkar

Bongkar! Bongkar semua isi rumah ini.. Tak kunjung ku melihat adanya perdamaian.. Menusuk sukma, menimbulkan luka..   Semua omong kosong, semuanya kebohongan semata.. Emosi tak terkendali.. Layaknya harimau yang berkoar.. Dimanakah kasih? Dimanakah cinta?  …


No Picture

Kasih Mengalahkan Roh Jahat

Inikah yang dinamakan roh jahat.. Roh jahat yang menjelma menjadi manusia Memiliki paras yang indah Perilakunya pun tak kalah indah   Siapa sangka.. Roh jahat itu ada nyatanya Dia tidak begitu menonjol Namun akibatnya sangatlah…


No Picture

Dari Langit, Ibu Pertiwi

Diketinggian ini, tampak jelas jutaan karakter di bumi pertiwi Kalau hanya membuka mata tidak dengan hati Mungkin tidak akan timbul kesadaran diri Awalnya rohani memaklumi, kemudian jasmani meyakini Bahwa tak ada yang perlu diampuni  …


No Picture

Pamit

Rumah akan tetap ramai; Tempat yang teduh, dari deras dan terik penghuni langit Rumah akan selalu ramah; Tempat yang tentram, dari cekam dan pilu Rumah harusnya selalu hangat; Tempat untuk pulang dari semua lelah dan…


No Picture

Yang Dibutuhkan

Ibu pertiwi sedih hati Masyarakat menjadi saksi Prihatin dengan sendiri Kala terucap suara aspirasi Emosi menjiwai sukma hati Menginginkan perubahan yang berarti Sang penguasa berkuasa Berkuasa membuat aturan Sang penguasa mencari-cari Mencari-cari persetujuan Memaksa menerima…


No Picture

KEADILAN

  Ku termenung disini. Merenung ku di alam yang tak pasti. Tak tau mana yang jantung, mana yang hati. Selalu ku termakan kesedihan disini. Hari demi hari kulalui. Tanpa ada-nya kehadiran-mu disini. Surga atau neraka-kah…


No Picture

TAK BERTUAN

Biarkan lah diri-ku tertidur secara perlahan Ku kan menutup mataku pelan-pelan Jangan bangungkan, jangan! Atau kalian akan mendapatkan perlawanan   Akan ku tutup mata ku perlahan Tetapi, izin kan aku untuk tetap menikmati kebisingan Perlahan-lahan…


Facebook
Facebook
Instagram