LAKSAMANA SAMUDRA LAUT

                                                                                            Sumber : Google

ViaductPress.com – Zheng He (disebut juga Cheng Ho) adalah seorang Laksamana, diplomat, dan penjelajah pada zaman dinasti Ming Cina (1368-1644). Ia terkenal untuk melakukan penjelajahan ke Asia Tenggara, Asia Selatan, Asia Barat, dan Afrika Timur dari tahun 1405 hingga 1433. Ia melakukan penjelajahan-penjelahan ini menggunakan kapal-kapal sepanjang 120 meter lebih dan berawak ratusan pelaut. Zheng He lahir di provinsi Yunnan, Cina pada tahun 1371. Ia lahir dengan nama Ma He kepada sebuah keluarga muslim. Ia memiliki seorang kakak laki-laki dan empat saudara perempuan. Kakeknya Ma He memiliki gelar Haji dan ayahnya mengubah namanya dengan nama Cina Ma. Di tahun 1381, tentara Ming menyerang dan menakluk Yunnan, yang pada saat itu dikuasai oleh Basalawarmi, seorang pangeran Mongolia. Ayahnya Ma He, Ma Haji, dibunuh oleh tentara Ming dan Zheng He ditangkap oleh Jenderal Fu Youde. Si jenderal bertanya bertanya kepada Ma He dimana sang pangeran Mongolia. Ma He menjawab si pangeran telah melompat kedalam sebuah danau. Setelah itu, Jenderal Fu Youde menjadikan Ma He tawanan dan ia lalu dijadikan orang kasim. Orang kasim adalah seorang pria yang dikebiri. Di Eropa dan Timur Tengah, biasanya hanya testis yang dipotong. Di Cina, testis dan penis dipotong, dengan pisau panas. Ma He berumur 10 tahun ketika ia menjadi orang kasim. Ma He dikirim untuk melayani Pangeran Zhu Di, yang kemudian menjadi Kaisar Yongle. Ma He mulai menjadi tentara dibawah Pangeran Zhu Di dan sering mengikuti Zhu Di di kampanye-kampanyenya melawan tentara-tentara Mongolia.

Setelah beberapa tahun, Ma He menjadi favorit Zhu Di, memenangkan kepercayaannya. Ia juga disebut San Bao ketika ia melayani Zhu Di. Ma He menerima pendidikan di Beijing, sesuatu yang ia tidak bisa dapat di ibu kota, Nanjing. Karena Kaisar Hongwu tidak mempercayai orang kasim. Ma He, sebagai orang kasim, menjadi penasehat Pangeran Zhu Di dan membatunya di pemberontakan Jingnan. Pemberontakan berakhir dengan kematian sang kaisar dan Zhu Di mengambil alih sebagai Kaisar Yongle. Setalah menjadi Kaisar, ia mempromosikan Ma He menjadi Direktor Agung Direkotrat Pelayan Istanah. Di tahun baru Cina 1404, Kaisar Yongle memberi nama “Zheng” ke Ma He. Ia memberi nama ini ke Ma He, karena Ma He memimpin pertahanan di waduk Zhenglunba pada Pengepungan Beijing tahun 1399. Ma He mengubah namanya menjadi Zheng He dan selama tiga puluh tahun kedepan ia melakukan penjelajahan dalam nama Kaisar. Berdagang dan mengumpul upeti di samudra Pasifik dan Hindia. Meskipun Zheng He lahir sebagai Muslim, ketika ia dewasa ia menganut kepercayaan sinkretisisme. Ada prasasti yang mengatakan bahwa Zheng He pengikut Tianfei (disebut juga Mazu dan Tian Shang Sheng Mu), dewi pelaut dan meminta perlindungannya pada setiap penjelajahan.

Penjelajahan pertama Zheng He dilaksanakan pada tanggal 11 Juli 1405. Ia meninggalkan pelabuhan Suzhou dengan armada 317 kapal dan awak 28.000 orang. Armada Zheng He berlayar ke Brunai, Jawa, Thailand, Asia Tenggara, Tanduk Afrika, dan Arabia. Semanjang perjalanan memberi dan menerima barang berharga. Zheng He memberi emas, perak, porselen, dan sutra. Sebaliknya, Cina menerima burung unta. zebra, unta, jerapah dan gading. Zheng He mengunjungi Indonesia tujuh kali. Ia pernah berlayar ke Samudera Pasai dan memberi lonceng “Cakra Donya” kepada Si Sultan. Lonceng raksasa ini masih disimpan di museum Banda Aceh. Pada tahun 1415, Zheng He berlabuh di Muara Jati, Cirebon dan menghadiahi beberapa cindera mata khas Cina kepada Sultan Cirebon. Salah satu peninggalannya, sebuah piring yang bertuliskan ayat Kursi masih tersimpan di Keraton Kasepuhan Cirebon. Dalam perjalanannya melalui Laut Jawa, Wang Jinghong , ajudan Zheng He, sakit keras. Wang akhirnya turun di pantai Simongan, Semarang, dan menetap di sana. Salah satu bukti peninggalannya antara lain adalah Kelenteng Sam Po Kong. Zheng He juga sempat berkunjung ke Kerajaan Majapahit pada masa pemerintahan Raja Wikramawardhana.

Zheng He melakukan tujuh penjelajahan. Di tahun 1424, Kaisar Yongle meninggal dunia. Anaknya, Kaisar Hongxi, menghentikan penjelajahan-penjelajahan pada zaman kuasanya (1424-1425). Zheng He melakukan satu penjelajahan lagi pada masa anaknya Kaisar Hongxi. Kaisar Xuande (1426-1435), tapi setelah itu semua penjelejahan dihentikan. Ada dua teori mengenai kematian Zheng He. Teori pertama mengatakan Zheng He meninggal pada tahun 1433, antara di tengah atau setelah penjelajahannya yang ketujuh. Ia kemudian dikubur di laut. Teori kedua mengatakan bahwa Zheng He minggal pada tahun 1435, sebagai pelindung Nanjing. Bagaimanapun kematiannya. Dampak dari hidup dan aksi Zheng He masih dirasakan sampai sekarang. Ia membuka jalur-jalur perdangan baru dan penyebarkan wawasan dan pengaruh Dinasti Ming. Zheng He telah menjadi salah satu penjelajah terhebat dalam sejarah. Begitulah hidup Zheng He, seorang bocah dari Yunnan yang menjadi orang kasim, kemudian tentara, lalu penasehat Kaisar, dan Laksamana Laut Samudra.

[Penulis : Dimitri Darek]

Facebook
Facebook
Instagram