Keramba, Momok Bagi Danau Toba

foto : Dok. pribadi

ViaductPress.com – Siapa yang tak kenal Danau Toba, danau terluas di se-Asia Tenggara ini. Danau ini juga mempunyai pemandangan yang bagus. Danau yang terletak di Sumatera Utara ini tampaknya sudah menjadi destinasi wisata rutin dari tahun ke tahun terutama bagi masyarakat Sumatera Utara. Apalagi saat merayakan natal dan tahun baru. Maklum masyarakat asli di Danau Toba adalah suku Batak yang banyak merantau di berbagai daerah di Indonesia. Jadi maklum saja saat pergantian tahun atau hari libur kawasan Danau Toba padat pengunjung.

foto : Dok. pribadi

Tak dipungkiri lagi Danau Toba menyimpan keindahan alam yang luar biasa. Udara yang masih sejuk dan air yang jernih melengkapi keindahan danau ini. Dan uniknya danau hasilĀ  supervolcano (gunung api super) ini memiliki pulau di kawasannya yaitu Pulau Samosir. Banyak hal yang menarik dan tentunya membanggakan Indonesia yang memiliki danau seluas 1.145 kilometer persegi ini. Dan fakta-fakta menarik itu mungkin menarik perhatian Presiden Jokowi. Dan beliau menetapkan Danau Toba menjadi Kawansan Strategi Nasional.

 

 

foto : Dok. pribadi

Cita-cita Jokowi menjadikan Danau Toba Kawasan Strategi Nasional dan objek wisata tampaknya sedikit berat mengingat di kawasan Danau Toba masih banyak pengusaha Keramba Jaring Apung. Ya, Danau Toba menjadi tempat menjanjikan untuk berbisnis keramba. Setidaknya ada 2 perusahaan besar berbasis Keramba Jaring Apung di kawasan Danau Toba yaitu PT Aquafarm Nusantara (Perusahaan Asing) dan PT Suri Tani Pemuka anak perusahaan dari PT JAPFA dan banyak pengusahan menegah lainnya. Dikutip dari data http://www.sumutprov.go.id produksi ikan budidaya melalui Keramba Jaring Apung pada 2012, mencapai 75.559 ton atau jauh di atas daya dukung alamiahnya yang maksimal sekitar 50.000 ton. Itu adalah data di tahun 2012 dan terus bertambah setiap tahunnya.

Data yang dirilis Pemprov Sumut sangat miris, bagaimana tidak? Data itu berdampak langsung kepada lingkungan Danau Toba. Sudah pasti air danau ini semakin tercemar akibat dampak dari Keramba Jaring Apung. Sebab industri ikan ini membutuhkan pakan pelet sebagai makanan ikan yang di pelihara. Kurang lebih ada 1,5 ton limbah perikanan setiap tahun di Danau Toba. Dari tahun ke tahun kualitas air danau toba semakin buruk. Perlu diketahui Pemprov Sumut juga sudah mengeluarkan Pergub SU No.1 tahun 2009 tentang Baku Mutu Air Danau Toba yang dengan tegas menyatakan bahwa dengan memperhatikan hajat hidup orang banyak, Baku Mutu Air Danau Toba ditetapkan kelas satu dan ini diambang melewati mutu air kelas satu. Ini menjadi momok menakutkan bagi kawasan Danau Toba yang ingin menjadi objek parawisata cita-cita jokowi dan masyarakat Sumatera Utara. Bagaimana respon pemerintahan dan masyarakat untuk mempertahankan Danau Toba yang indah dan asri ini? Semoga pemerintah cepat bergerak melakukan penataan dan tindak tegas bagi pelaku bisnis ini demi merealisasikan Danau Toba menjadi Kawasan Strategi Nasional yang didambakan masyarakat.

[Penulis : Lavergo Karosekali]

Facebook
Facebook
Instagram