Seni Kontemporer Meksiko di Jakarta

Sumber: dok Pribadi

Jakarta, ViaductPress.com – Pameran yang bertajuk “Geografi” ini merupakan salah satu bentuk kerjasama antar pemerintah Indonesia dengan Meksiko. Khususnya dibidang kebudayaan, Departemen Kebudayaan memperkenalkan kebudayaan lewat pameran-pameran seni. Karya yang bertajuk “Geografi” ini merupakan representatif dari hasil penggiat seniman Meksiko yang terdiri dari empat seniman yang diantaranya adalah: Betsabee Romero (instalasi), Maria Jose de la Macorra (instalasi), Rodas (Seni digital), dan Alfredo de Stefano (fotografi). Para seniman ini memperkenalkan Geografi Meksiko lewat seni kontemporer. Dalam hal ini meksiko dan Indonesia melakukan kerjasama dalam hal saling memperkenalkan kebudayaan masing-masing negara. “Tujuan utamanya saling memperkenalkan budaya kedua negara” ucap Yusro selaku panitia Pameran Seni Kontemporer Meksiko.

Seni Kontemporer Meksiko ini dilaksanakan di Galeri Nasional Indonesia di JL. Medan Merdeka Timur No.14 Gambir, Jakarta Pusat. Pameran Dibuka pada jam 10 pagi hingga jam 6 sore, pameran ini dimulai tanggal 19-30 Desember. Pameran ini menunjukkan kekhususan topografi yang mencolok didaerah meksiko. Pameran ini merupakan bentuk dialoq antar negara dalam membeberkan pemahaman terhadap bahasa seni yang universal.

Sumber: Dok. pribadi

Seni kontemporer ini dibuat oleh Betsabee Romero. Betsabee lebih menekankan kepada isu-isu yang berkaitan dengan seni publik ia juga lebih tertarik pada seni populer, yang mana seni ini menginterpretasi pada simbol-simbol yang terdapat di kehidupan sehari-hari. Betsabee sendiri telah menyelanggarakan pameran 30 kali diberbagai tempat didunia.

 

 

Sumber: Dok. pribadi

Foto yang menggambarkan tentang hamparan dataran yang sangat luas, dipopulerkan oleh Alfredo de Stefano selaku fotografer. Dia berambisi untuk memotret lingkungan di padang pasir. Alfredo berpendapat bahwa padang pasir yang luas menggambarkan suatu perjalanan.

 

 

Sumber: Dok. pribadi

Berikut adalah karya temporer Maria Jose de la Macorra, dalam membuat instalasi ini, Maria menggunakan bahan jaring plastik dan mengecat dengan warna hitam. Sehingga konsep awal dalam membuat suatu gelombang laut yang mana terdiri dari dua perspektif, Yang pertama melihat dari segi yang terlihat, gelombang tersebut mempunyai cakar yang saling bertumpukan. Yang kedua dari segi yang tak terlihat, efek ini dibentuk dari suatu imajinasi suatu arus angin.

 

 

Sumber: Dok. Pribadi

Seniman yang terakhir adalah Enrique Rosas yang mengabungkan suatu tradisi kuno dengan teknologi masa sekarang. Menggabungkan dari beberapa disiplin ilmu dan diterapkan dari berbagai elemen. Lebih memaknai karyanya ini dengan suatu penjajaran/observasi yang mana sudut pandang seniman  yang memprioritaskan suatu makna dari produksi.

 

 

[Penulis: Gema Bayu Samudra]

 

 

Facebook
Facebook
Instagram