Masalah Hukum Di TPST Bantar Gebang

kondisi sampah yang menggunung

Jakarta, ViaductPress.com – Melihat kondisi TPST (Tempat Pengolahan Sampah Terpadu) Bantar Gebang Bekasi yang sangat memprihatinkan, seperti halnya sampah yang berserakan dan menumpuk sampai-sampai tumpukan sampah itu menjulang tinggi bak gunung. Gunung sampah yang terlihat menjijikan bagi kita, namun tidak bagi pemulung yang menggantungkan hidupnya pada sampah. Pada kenyataanya memang tidak bisa dielakan lagi, penderitaan-penderitaan sebagian orang yang menjadikan gunung sampah tersebut sebagai penopang hidup mereka. Kondisi yang tak manusiawi ini sejalan apa yang dirasakan oleh Rizky Febrianto selaku Kepala Satuan Pelaksana Pengelolaan Akhir Sampah Dinas Kebersihan DKI di Bantar Gebang, dan diperparah dengan tidak adanya regulasi yang baik, “kami mohon kami pun punya masalah hukum didalam perjanjian kerjasama dari tahun-ketahun, evaluasi bukan hanya terhadap kami, tapi juga terhadap Pemprov DKI”, ujar Rizky (10/11).

Akibat tidak adanya regulasi yang jelas, maka berdampak pada pengelolan sampah yang tidak ideal. Setiap hari ada 6500-7000 ton sampah yang masuk ke Bantar Gebang dan dari kesemuannya hanya 10-50% sampah yang dapat dikelola. Sepanjang 2015-2016 sampah terus meningkat, diperparah dengan tidak adanya sistem pembakaran sampah yang mana fungsinya mempercepat pengelolaan sampah, disisi lain menggunakan sistem pembakaran akan memakan banyak biaya. Teknologi termal (sistem pembakaran) selain mempercepat pengelolaan sampah, dapat juga menghasilkan energi listrik dari 2000 ton sampah yang menghasilkan 20-30 MW listrik.   “Seberapa pun teknologi yang kita gunakan tidak akan mengejar target 6500 ton tiap harinya karena penyakitnya sendiri ada di DKI Jakarta” ungkap Rizky.

Karena penyakitnya ada di Jakarta maka pihak pengelola TPST Bantar Gebang ingin menghabiskan sampah di Jakarta dan dikirim ke Bantar Gebang hanya sisa abunya saja atau residu. Karena hanya tinggal residu kemungkinan besar tidak ada lagi pemulung, faktanya pemulung di Bantar Gebang ada 6000 orang yang termasuk dalam IPI (Ikatan Pemulung Indonesia) cabang Bantar gebang, sekian banyak pemulung ada juga yang tidak terdaftar dalam IPI. Pemulung Bantar Gebang juga memperoleh BPJS kesehatan dan BPJS ketenagakerjaan yang mana preminya dibayarkan oleh TPST Bantar Gebang.

 

Fasilitas tak hanya diberikan kepada pemulung saja tapi warga sekitar yang terkena dampak polusi juga diberikan kompensasi berupa uang tunai. Tahun 2016 dana kompensasi yang digelontorkan setiap triwulan sebesar 500 ribu/ kepala keluarga. Tapi dengan adanya dana kompensasi tidak begitu baik secara sosial terhadap masyarakat, rencananya TPST Bantar Gebang akan mengurangi kompensasi dengan mengalihkan kepada pembangunan fasilitas seperti rusun, sarana transportasi dan sarana prasarana lainnya.

Selain pembangunan fasilitas disekitar TPST Bantar Gebang, harus diimbangi dengan usaha pengurangan sampah dengan program pengelolaan sampah secara mandiri untuk kawasan yang sudah mempunyai pendapatan middle to up. Kawasan yang dimaksudkan adalah mall atau rumah sakit dan sebagainya, pengelola TPST Bantar Gebang juga tidak melayani pengangkutan sampah dari kawasan tersebut. Pada dasarnya bukan ingin menyusahkan tapi kawasan yang dimaksud bisa membantu proses pengelolaan sampah dan sesuai dengan peraturan yang ada. “Bagaimana mengatur regulasi agar win-win solution?” Ungkap Rizky.

Pengelola TPST Bantar Gebang juga memperkirakan apabila 10 tahun lagi sampah yang dikelola tidak ada kemajuan dalam hal teknologi maka TPST Bantar Gebang akan ditutup. Karena kapasitasnya sudah penuh maka TPST Bantar Gebang akan melakukan sesuai peraturan berdasarkan Kementerian PU No.3 Tahun 2013 tentang pengelolaan sampah. Jika melebihi batas maka sampah tersebut harus ditutup dengan tanah, “TPA yang sudah ditutup maka harus dialih fungsikan sebagai sarana yang lain seperti sarana olahraga, sarana prasarana pusat penelitian persampahan, objek wisata dan pusat studi persampahan” papar Rizky.

[ Penulis : Gema Bayu Samudra]

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Facebook
Facebook
Instagram