Piring Hilang Pedagang Merugi

   Sumber : Unika Atma Jaya

 

 

 

 

 

 

 

 

Jakarta, ViaductPress.com – Kantin merupakan salah satu fasilitas yang sangat diperlukan di setiap tempat. Rasa lapar, haus dan capek membuat kantin dibutuhkan oleh orang-orang di setiap tempat. Tapi, bagaimana sebuah kantin tanpa alat makan yang memadai? Inilah yang hampir terjadi di kantin Unika Atma Jaya Jakarta. Pedagang yang ada di kantin Atma Jaya Jakarta ini setiap hari kehilangan alat makan. Mulai dari piring, sendok, garpu, dan yang lainnya. Kehilangan alat makan yang dialami oleh pedagang diakibatkan karena banyaknya pembeli yang makan tidak di dalam area kantin tersebut.

        Sumber : Unika Atma Jaya

Sudah banyak sekali piring atau mangkok, lengkap dengan sendok garpu bekas makan mahasiswa ditemui di sudut-sudut koridor bangunan Atma Jaya. Mahasiswa yang telah selesai makan dengan seenaknya meninggalkan alat makan tidak mengembalikan ke penjualnya menimbulkan kerugian besar yang harus ditanggung oleh pedagang kantin Atma Jaya Jakarta. “Sehari empat, lima mangkok yang hilang”, ungkap pria berbadan sekal yang sehari-hari menjual indomie di kantin Unika Atma Jaya Jakarta. Ia juga mengatakan banyak kendala dengan hilangnya senjata berdagangnya jika sedang ramai pembeli dan kekurangan mangkok. “Anak-anak kan mager balikinnya” keluh si perdagang ini saat ditanyai penyebab hilangnya mangkok miliknya.

        Sumber : Unika Atma Jaya

Keinginan mahasiswa tidak makan di area kantin pun bermacam-macam. Mulai dari penuhnya Kantin yang seringkali dipenuhi oleh pegawai kantor di luar kampus yang memilih makan di Kantin Atma Jaya yang juga mengakibatkan berkurangnya tempat yang kosong bagi warga Atma Jaya. Selain itu, penyebab banyaknya mahasiswa yang memilih tidak makan di area kantin juga karena tempatnya yang panas dan dipenuhi oleh orang-orang. Dari hari-kehari semakin meningkatnya kasus hilangnya alat makan milik pedagang kantin, membuat sekumpulan mahasiswa tergerak hatinya membuat sebuah tim relawan yang setiap hari berkeliling Unika Atma Jaya untuk mengumpulkan piring yang berserakan di area Atma Jaya.

kondisi piring yang berserakan

Bukan hanya mahasiswa yang menjadikan dirinya sebagai pahlawan piring bagi pedagang-pedagang kantin Atma Jaya, sampai Wakil Rektor III Unika Atma Jaya pun juga ikut turun tangan mengumpulkan dan mengembalikan alat makan kepada pemiliknya, sambil memberi nasihat kepada mahasiswa-mahasiswa agar mereka peduli terhadap orang lain khususnya kepada para pedagang. Dengan adanya tim relawan membuat pedagang senang. Pedagang juga mengatakan adanya peningkatan tujuh puluh lima persen yang disebabkan berkurangnya kerugian piring hilang.

Wakil Rektor III Unika Atma Jaya pun mengatakan bahwa alasan dia ikut menjadi tim relawan karena hanya ingin membantu saja. “bukan masalah besar atau kecilnya kerugiannya sih, sebenarnya ini kan masalah simple, ini barang milik siapa dan harus dikembalikan ke siapa.” Jawab Tommy saat ditanyai masalah kerugian yang dialami oleh pedagang kantin. Hilangnya alat makan yang dianggap sepele oleh mahasiswa malah sangat merugikan pedagang yang kisarannya mencapai sekitar tujuh ratus ribu rupiah . Jumlah yang bisa dikatakan besar bagi pedagang. Jadi, apakah mahasiswa ingin terus-menerus merugikan orang lain dengan mempertahankan ketidakpeduliannya? Layakkah teman-teman sekalian disebut sebagai ‘maha’ siswa?

[Penulis: Ari Satria Seran]

Facebook
Facebook
Instagram