PENUNJUK JALAN KARAMAKATE

sumber : i.vimeocdn.com

 

Sutradara : Ciro Guerra

Produser : Cristina Gallego

Penulis : Ciro Guerra

Jacques Toulemonde Vidal

Berdasarkan : Buku harian Theodor Koch-Grunberg dan Richard Evans Schultes

Pemeran :

  • Nilbio Torres sebagai Karamakate Muda
  • Antonio Bolívar sebagai Karamakate Tua
  • Jan Bijvoet sebagai Theodor Koch-Grunberg
  • Brionne Davis sebagai Richard Evans Schultes
  • Luigi Sciamanna sebagai Gaspar
  • Yauenkü Migue sebagai Manduca
  • Nicolás Cancino sebagai Anizetto

Sinematografi : David Gallego

Tanggal rilis : 15 Mei 2015 (Cannes)

21 Mei 2015 (Kolombia)

Durasi : 125 menit

Viaductpress.com – Pernahkah untuk sekali saja dalam kehidupan kalian bertanya pada diri sendiri, ‘Siapakah aku sebenarnya?’. Apakah akan mudah untuk menjawab pertanyaan tersebut? Film ini akan menuntun kita untuk menemukan jawabannya. EMBRACE OF THE SERPENT, Film garapan sutradara Cirro Guerra ini mengacu pada catatan jurnal ekspedisi dua penjelajah; Ahli etnobotologi Jerman Theodor Koch-Grünberg dan ahli botani Amerika Richard Evans Schultes, yang akan menceritakan dua alur berbeda tentang penggapaian impian diri dengan tokoh utama yang sama dalam perbedaan umur, Karamakate.

sumber : google.com

 

Pada tahun 1909 Theodor Koch-Grunberg (Jan Bijvoet), seorang ahli etnobologi asal Jerman ingin melakukan ekspedisi untuk menemukan tanaman Yakruna. Theodor yakin bahwa tanaman tersebut dapat menyembuhkan sakit parah yang dideritanya. Theodor meminta bantuan Karamakate (Nilbio Torres) untuk membantunya menemukan Yakruna. Pada awalnya Karamakate menolak untuk membantu Theodor. Hal ini disebabkan karena Theodor adalah seorang kulit putih. Namun, ketika Karamakate melihat kalung suku Cohiuano yang tergantung di leher Theodor, Karamakate pun akhirnya bersedia untuk membantu dirinya. Perjalanan pun dimulai.

Selang beberapa tahun setelah peristiwa pertama berakhir, pada tahun 1940, muncul lah Richard Evans Schultes (Brionne Davis) seorang ahli botani dari Amerika, dengan keingingan yang tidak jauh berbeda seperti Theodor. Richard ingin menemukan Yakruna untuk dijadikan obat bagi jiwanya. Richard menganggap jiwanya sakit karena tidak pernah bermimpi samasekali. Dengan demikian Richard mendatangi Karamakate untuk menolongnya menunjukkan jalan. Karamakate pun membantunya. Dilandasi oleh rasa khawatir karena dirinya mulai menua dan akan menjadi sosok chullachaqui  (sebuah versi kosong dan hampa dari diri manusia yang tidak memiliki roh/ nyawa dalam tubuh, namun tetap menjalani kehidupan di dunia), Karamakate pun menyetujuinya. Pada ekspedisi ini Karamakate telah menua dan mulai melupakan segala hal yang telah dia lewati; termasuk budaya dan tradisi dari suku Cohiuano.

Film yang bernuansa monochrome ini begitu hidup dengan konflik-konflik yang sering dijumpai dalam kehidupan bermasyarakat sekarang ini. Lokasi dan bahasa yang digunakan dalam film ini mendukung terwujudnya gambaran suatu jalinan kehidupan suku pedalaman. Tidak dapat disangkal pula, film ini mengandung banyak nilai historis yang disajikam dengan apa adanya. Hal yang spesial dari film ini adalah pencampuran yang dilakukan antara sejarah dengan keyakinan-keyakinan yang ada di Amazon. Film ini akan cocok bagi para penjelajah pencari jati diri, terlebih yang menyukai sejarah. Namun, untuk dapat memahami film ini, dibutuhkan konsentrasi yang lebih karena alur yang berubah-ubah dan jalinan cerita yang mengikat setiap scene.

[Penulis : Vebrina Monicha]

Facebook
Facebook
Instagram