Presiden Berjanji Menindaklanjuti Kasus Pelanggaran HAM Minggu Depan

Jakarta, ViaductPress.com – Kemarin (Senin, 18 Mei 2015 pukul 19.35 WIB), Presiden Joko Widodo kembali menerapkan “Politik Meja Makan”. Kali ini yang menjadi tamu undangan di meja makannya adalah beberapa Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa dan Ketua Senat dari beberapa perguruan tinggi ternama di Pulau Jawa. Perwakilan BEM yang hadir diantaranya dari Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Parahyangan, Universitas Padjadjaran, Universitas Trisakti, dan Ketua Senat Fakultas Hukum dari Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya.

“Saya sering turun untuk mendengar suara rakyat. Tujuan saya mengundang kalian adalah untuk mengkombinasikan suara rakyat dengan suara mahasiswa” ungkap Presiden terkait motifnya mengundang perwakilan mahasiswa untuk makan malam di Istana Negara, Jakarta Pusat.

Dalam diskusi yang berjalan hangat di ruang makan orang nomor satu se-Indonesia tersebut, Presiden menerima kritik dan tuntutan yang dikeluarkan mahasiswa. Salah satu isu lama yang terus akan hidup karena belum kembali ditindaklanjuti adalah penuntasan segala kasus pelanggaran HAM yang pernah terjadi di Indonesia, khususnya penuntasan kasus Tragedi Semanggi 1. Hal itu dikemukakan Lamhot Pandapotan, Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Hukum UNIKA Atma Jaya, dalam tuntutannya kepada Presiden.

“Saya berjanji untuk menindaklanjuti penyelesaian kasus pelanggaran HAM pada minggu depan” ungkap suami Ibu Iriana Joko Widodo ini. Apabila kita kalkulasikan, itu berarti Bapak Presiden akan memberikan tindak lanjut pada hari Senin, 25 Mei 2015.

“Presiden memiliki keinginan untuk menyelesaikan kasus pelanggaran HAM. Juga, Bapak Presiden akan melakukan pendekatan dengan DPR RI untuk membentuk pengadilan HAM Ad Hoc, karena dalam membentuk pengadilan HAM Ad Hoc diperlukan persetujuan DPR RI” ungkap Lamhot meneruskan apa yang dikatakan Presiden kemarin.

[Penulis : Bossga Hutagalung]

Facebook
Facebook
Instagram